Saat dedaunan mengering
dan terlepas dari tangkainya
Ketika sukma harus berpisah
dari keindahan sang raga
Saat duka beringsut
menenggelamkan keceriaan
Saat waktu berdetak cepat
melenyapkan sebagian angan
Semua ada masanya
Ketika cinta bersemi
menembus batas akal
Saat rindu tak terbendung
meruntuhkan kokohnya kebencian
Ketika kuncup-kuncup asa
terbangun dari tidur panjangnya
Saat sebuah untaian senyum
menjadikan jemari bertaut mesra
Semua ada masanya
Semua kejadian yang pernah kuhadapi
canda,
tawa,
suka,
ria
Tetap kuakui sebagai anugerahMu
Semua perasaan yang pernah kualami
benci,
amarah,
dendam,
kecewa
Tetap kuyakini sebagai wujud kasih sayangMU
Inilah kehidupan
dimana kupijakkan semua harapan
Inilah kehidupan,
dimana kulabuhkan seluruh akal dan perasaan
Kau telah beri bekal cukup untuk menjalaninya
sampai suatu saat Kau mengambilnya kembali
karena
Semua ada masanya......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar