Menjelajah pucuk-pucuk dedaunan
Berharap dapat menyapa sejuknya embun
merasakan damainya elusan angin malam
menari dalam lambaian gemulai tangkainya
Berharap dapat menyatu didalamnya
Mengenal lebih jauh keunikannya
menelusup disetiap helai ceritanya
bertengger disetiap suka dukanya
Dipucuk-pucukmu aku merasa bebas
Menatap cakrawala ketidakmengertianku
Sekaligus merasa risau dalam kegalauan
Karena suatu saat aku akan terjatuh
Meninggalkan sejuknya embunmu
Merelakan lepas dari puncak daunmu
Melupakan tarian elok gemulaimu
Dan menepiskan bahana kebebasanku
Melayang jatuh menyapa hangatnya bumi
merasakan debu-debu asa cita yang baru
menelungkup di tiap butir kekuatannya
dan menanti balutan sajak-sajak mesranya
Disini masih setia menatap pucuk daunmu
Berharap kau datang tuk menjemputku
Tuk bersama bercengkrama dengan embunmu
Menari bersama tiupan manja sang bayu
Hanya untuk sekedar berlantun sapa
Hanya untuk sekedar bercengkrama
Hanya untuk sekedar berbagi bercerita
Dan
Hanya untuk sekedar menjaga
kehangatan kata yang pernah ada
Hanya sekedar menjaga
Tidak lebih......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar