Menyusuri kebisuan, disepanjang pantai ketakutan hatimu
Meski ku tahu,
Riaknya selalu berusaha menerjang ketidakberdayaanmu
Amarahmu kadang merajalela menembus batas kelemahanmu
Tapi aku tahu pasti..
Semua itu hanyalah prolog tanpa epilog
Semua itu hanya letupan tanpa dentuman
Sebuah ketidakberdayaan yang tak berkesudahan
Pelukan malam yang terasa kian mencekam,
Semakin menenggelamkan sosok yang ku kenal
Sosok yang selalu muncul di malam hari sebagai bulan dan bintang
Sosok yang selalu muncul di siang hari sebagai mentari dan mega-mega
Sosok yang dengan gagah menenggelamkan sang raja cahaya dan
menggantikannya dengan ratu cahaya ketika hari beranjak senja
Itulah dirimu saat itu…...
....ironis....
Seiring berdentingnya waktu
Seirama dengan rentanya usia
Tak ada yang perlu disesali
Apalagi untuk ditangisi
Hidup adalah pilihan
Susurilah jalan hidup terindahmu
Masih banyak waktu untuk tetap menjadi “pecundang”
who....?????? :)
BalasHapuswhy???? xixixixi
BalasHapuspretttttttttttttttt.......xixixixixixi
BalasHapuswkwkwkwkwkwk.....
BalasHapus